Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengatakan pada hari Selasa(11/08) bahwa kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar telah dengan cepat dikendalikan setelah serangan drone.
Kompleks minyak Zawiya di sebelah barat Tripoli adalah rumah bagi kilang minyak terbesar di negara itu dan telah menjadi lokasi bentrokan bersenjata berulang kali antara faksi-faksi yang bertikai memperebutkan supremasi di negara itu sejak jatuhnya mantan pemimpin otoriter Moammar Gadhafi pada tahun 2011.
Apa yang terjadi dalam serangan drone di kilang minyak Zawiya Libya?
Serangan pada hari Senin oleh aktor yang belum diumumkan menargetkan Perusahaan Kilang Minyak Zawiya dengan drone bermuatan bahan peledak, menyebabkan tangki yang berisi sekitar 4,5 juta liter (1,2 juta galon) bensin runtuh setelah kebakaran.
Dalam sebuah pernyataan di X, Abdulhamid Dbeibah, perdana menteri Libya yang diakui secara internasional, menulis bahwa kejahatan menargetkan infrastruktur sipil “tidak akan dibiarkan begitu saja.”
Story by Patrick Große (with AFP, AP and Reuters), Jon Shelton


















Discussion about this post