Sabadu, Outubru 24, 2026
Time Timor Magazine
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • Varanda
  • Profil
  • Kultura
  • Edukasaun
  • Politika
  • Ekonomia
  • Opiniaun
    Penilaian Terhadap Sikap Politik Penguasa

    Penilaian Terhadap Sikap Politik Penguasa

    Permainan Politik   – Kepribadian Politik

    Permainan Politik   – Kepribadian Politik

    Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

    Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

    Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL

    Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL

    Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo

    Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo

  • Portugues
    Lenda Santa Maria Egipcíaca

    Lenda Santa Maria Egipcíaca

Time Timor Magazine
  • Varanda
  • Profil
  • Kultura
  • Edukasaun
  • Politika
  • Ekonomia
  • Opiniaun
    Penilaian Terhadap Sikap Politik Penguasa

    Penilaian Terhadap Sikap Politik Penguasa

    Permainan Politik   – Kepribadian Politik

    Permainan Politik   – Kepribadian Politik

    Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

    Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

    Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL

    Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL

    Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo

    Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo

  • Portugues
    Lenda Santa Maria Egipcíaca

    Lenda Santa Maria Egipcíaca

No Result
View All Result
Time Timor Magazine
No Result
View All Result

Penilaian Terhadap Sikap Politik Penguasa

Time Timor by Time Timor
Outubru 24, 2026
in Opiniaun
5 min read
0
Home Opiniaun
12
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

By Drs. Paulos Ola

RELATED POST

Permainan Politik   – Kepribadian Politik

Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

Dili, 24- 10 – 2026. Dalam tataran kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, kita mengenal ada masyarakat dan pemerintah. Setiap orang atau kelompok merupakan dwifungsi, sebagai subyek dan obyek penilaian, dalam arti menilai dan dinilai.

Berlaku tanpa perkecualian baik yang memerintah maupun yang diperintah. Jika ada perbedaan itu hanya soal tingkat dan kadar saja.

Dalam masyarakat feodal, apakah itu totaliter, sikap penilaian terhadap penguasa sering bersifat tertutup bahkan rahasia sebagai akibat langsung dari tekanan dan rasa ketakutan yang mencengkam, maka mereka (rakyat) lebih memilih diam dan bahkan munafik terhadap penguasa. Rakyat tidak mempunyai bakat pembawaan munafik tetapi semata-mata karena takut.

 Dalam keadaan seperti itu tentu yang menjadi “penguasa tertinggi “adalah rasa ketakutan itu sendiri, penguasa takut rakyat berontak, rakyatpun takut ditangkap penguasa, akibatnya terdapat jurang pemisah antara rakyat dan penguasa.

Sistem totaliter menghendaki adanya keseragaman, atau kesamaan pendapat, sangat tidak tolerant terhadap  perbedaan pendapat. sedangkan dalam masyarakat yang demokratis berlaku kultur sistem politik terbuka, bukannya keseragaman melainkan keserasian/keharmonisan yang diharapkanada jalan keluar dari konflik ke konsensus.

Baik dalam masyarakat totaliter ataupun demokrasi tertutup atau terbuka padadasarnya terdapat 4 tipe sikap penilaian politik terhadap penguasa:

Pertama, pendukung “Asal Bapak Senang “(ABS). Orang-orang ABS ini tidak mempunyai prinsip idealisme perjuangan, motivasi hidupnya dikuasai ambisi pribadi demi kursi dan rejeki. Mereka berpikir dan berbuat sangat subjektif situasional,untuk kepentingan pribadi sesaat. Pendukung ABS ini biasanya bermulut manis dan berperilaku sangat sopan, dan tidak segan-segan beroperasi bungkuk-bungkuk terhadap atasan. Sketsa pendukung ABS adalah musang berbulu ayam, serigala berbulu domba. Perbuatan pendukung ABS adalah mungkin mengenakkan majikannya. Mungkin seperti narkoba , yang kononsungguh memberikan kenikmatan sementara disaat slebor, selanjutnya merusak mental

dan fisik. Sebagai jenis narkoba politik, dukungan kaum ABS terhadap bossnya, sebetulnya mendukung dirinya sendiri atau sekedar diplomasi titip diri semata-mata.

Kedua, pendukung “ Kritis ” adalah orang-orang yang sangat kritis, bilang “Ya” kalau mereka betul-betul mengerti dan setuju terhadap permasalahannya. Golongan ini Tertutu seperti obat yang mujarab, kadangkala terasa tanah pahit tapi menyembuhkan. Kaum pendukung kritis ini dilengkapi dengan kapasitas intelektual dan integritas moral yang tinggi dan mempunyai prinsip idealisme tertentu pula; dalam hidup dan perjuangannya. Bagi mereka yang penting bukannya ” siapa tapi apa”; loyalitasnya bukan kepada siapa tapi Kelompok ini tidak termasuk jenis oportunis, apalagi profitur, mereka sudah memperhitungkan segala faktor resiko yang akan dihadapi dan itu sudah biasa bagi mereka. Bagi mereka“kegaduhan“ demokrasi jauh lebih baik dibanding tirani. Semboyan hidup mereka bukannya ketentraman dan kepastian melainkan justru perubahan dan kesempatan yang sama bagi kemampuan yang sama.

Mereka tahu betul perbedaan antara nasihat, saran dan usul dengan kritik. Bagi mereka kritik adalah kritik, tidak usaha diembel-embeli dengan ” membangun ” segala macam, secara tersirat sudah mengandung sesuatu yang membangun, kritik bertanggung jawab pada kritik perbaikan.

Berbeda sekali dengan cemoohan, misalnya, nilai kritik memang diambil dari argumentasinya. Tempat dan peran alternatif  bukan dalam kritik tapi dalam usul, saran dan nasihat. Bagi mereka kepentingan umum berada di atas kepentingan pribadi. Seringkali kaum pendukung kritis ini dijadikan kambing hitam dalam laporan curang, tapi sebetulnya akal sehat mengakui mereka sebagai pejuang kewajaran.Tugas dan tanggung jawab kelorepok pendukung kritis ini adalah juga kritilo terhadap masyarakat dan penguasa itu 

 Dukungan mereka selalu berada di garis korupsi. Tidak sebagaimana matan sementara yang disuguhkan  komplotan ABS tadi, kepahitan dari pendukung kritis ini pada akhirnya justru dapat menyelamatkan.

Meskipun sama-sama mendukung pemerintah, tapi ada perbedaan prinsipiel antara pendukung ABS dengan pendukung kritis. Soal prinsip, idealisme, moral dan etik perjuangan, kesemuanya itulah yang tidak

Ketiga, ” Kelompok Oposisi Loyal- Loyal di sini diartikan loyal terhadap “apa” bukan “siapa”. Patut disayangkan dalam masyarakat feodal apalagi totaliter, oposisi loyal sering disamaratakan begitu sajadengan subversi. Oposisi loyal agak paralel misalnya kontrol, koreksi dan kritik. Sebagai potensi kontrol yang memang demokratis dan konstitusinal, sikap tidak setuju dari kaum opsisi loyal berada dalam spectrum demokrasi dan konstitusi.

Kalau subversi dilakukan secara tertutup dan rahasia dalam aksi-aksi bawah tanah untuk berusaha menggulingkan pemerintahan yang sah secara inkonstitusional, anti demokrasi dengan paksaan/kekerasan fisik dan sebagainya, maka pemindahan/pergantian penguasa yang dikehendaki golongan oposisi loyal tetap berada dalam spectrum konstitusi dan demokrasi serta berlangsung  wajar.

Persamaan antara pendukung kritis dan oposisi loyal adalah keduanya bergerak secara legal dan terbuka. Perbedaannya adalah pendukung kritis adalah pendukung, sedangkan oposisi loyal adalah oposan. Kedua tipe sikap politik tersebut  dimungkinkan berperan, hanya kalau ada standar tertentu tentang kapasitas intelektual di kalangan penguasa termasuk masyarakat.

Keempat,“ Kelompok Subversi “ Kelompok ini melakukan kegiatan secara tertutup, rahasia dan anti demokrasi, inkonstitusional, paksaan dan kekerasan fisik  dan pada akhirnya bertujuan untuk menggantikan pemerintahan yang sah.

Contohnya adalah pristiwa Lubang Buaya atau G 30 S PKI tahun 1965 di Indonesia. Kelompok subversi ini, akan melaksanakan aksinya kalau tidak ada keadilan, rakyatnya miskin, atau penguasa yang korup.Jadi kalau pemerintahannya yang demokratis, rakyatnya cerdas, sejahtera, bebas dari kemiskinan tentu kelompok subversi tidak mungkin akan terjadi di negara kita, seperti di Negara Timor – Leste.

Jangan lupa bahwa bahaya subversi (komunis)bisa sama dan serupa dengan bahaya korupsi yang merong-rong kekuasaan, kewibawaan dan kekayaan negara. Kelompok subversi tidak akan senang berdampingan dengan kelompok pendukung kritis dan oposisi loyal.

Kelompok subversi lebih suka dengan kelompok ABS yang suka mempraktekkan diplomasi bungkuk-bungkuk/yesmen.(#) ***Penulis: Eks Staf NCBA Dili – Sudah tinggal di Kupang – Indonesia(Artikel ini di tulis pada bulan September 2009)

Tags: penilaian terhadapa sikap olitik penguasa
Share5Tweet3Share1

Related Posts

Permainan Politik   – Kepribadian Politik
Opiniaun

Permainan Politik   – Kepribadian Politik

Outubru 23, 2026
Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan
Opiniaun

Lei Seidauk Kondena Loloos Sidadaun Ne’ebé Utiliza Sala Povu nia – Osan

Setembru 30, 2026
Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL
Opiniaun

Projetu Rekonstrusaun Maternidade iha Vila Antiga Baukau  Sai Ezemplu  ba Obra Seluk iha TL

Setembru 29, 2026
Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo
Opiniaun

Idea Balu Hakarak Apoiu ba Kandidatu PR Dr. Rui M. Araújo

Setembru 16, 2026
Ricardo Luan : “Dezenvolvimentu TL Komesa La’o – Presiza Fortifika iha Asuntu Kontrolu”
Opiniaun

Ricardo Luan : “Dezenvolvimentu TL Komesa La’o – Presiza Fortifika iha Asuntu Kontrolu”

Augostu 19, 2026
“Laiha Sinais Tranzitu – Polisia Labele Prende Ami – nia Motor – Kareta”
Opiniaun

“Laiha Sinais Tranzitu – Polisia Labele Prende Ami – nia Motor – Kareta”

Augostu 19, 2026

Discussion about this post

Kalohan Hosting
ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us
Call Us: +670 7704 2527

© 2021 Time Timor Magazine - Hosted by Kalohan.NET.

No Result
View All Result
  • Varanda
  • Profil
  • Kultura
  • Edukasaun
  • Politika
  • Ekonomia
  • Opiniaun
  • Portugues

© 2021 Time Timor Magazine - Hosted by Kalohan.NET.